can not go back so we gotta go on
you have to strong and we both will stay.
*kriing....*
Hai.
Selamat malam.
Hari ini dingin, ya?
Psst..
Tak usah dijawab.
Lanjutkanlah lagi aktivitasmu.
Kamu cukup dengar saja.
Aku ingin berkata sesuatu.
Hujan dibalik jendela sedang mendekapku dengan dinginnya yang paling gigil, dan kamu tidak disini.
Rasanya membuat sepi.
Meski rintikannya sangat gaduh karena bertabrakan dengan atap rumahku, tapi...
Ah, tetap saja. Sepi.
Haha.
Sepertinya rasa yang aku miliki padamu semakin besar, terkadang aku kelelahan mengendalikannya.
Bagaimana jika aku katakan aku sangat rindu?
Bukan..
Kali ini bukan ulah jarak atau ruang.
Hanya waktu.
Ah, tidak.
Bukan waktu, pula.
Aku pikir, jika bicara waktu, tidak akan ada orang terlalu sibuk dengan waktu jika mampu memberi prioritas secara adil.
Ah, bukan bukan..
Aku tidak pernah bilang aku tidak menjadi prioritasmu.
...
Jadi, benar mungkin ini hanya tentang letihku yang terlalu rindu rebah di pundakmu.
hanya tentang cerita-cerita anehku yang terlalu rindu menyemari telingamu untuk kemudian hanya mendapat respon cuekmu.
Sungguh, hanya itu.
Jangan lupa datang padaku, ya. Nanti.
Jangan lupa, kau saja yang cerita betapa mengesankannya teman-temanmu.
Jangan lupa kembali lagi ketika ingin menghabiskan waktumu bersama orang lain tetapi kepercayaanku tertinggal, tak kau bawa. Jangan lupa.
Jangan lupa pula.
Bahwa,
Aku sayang padamu.
Selamat malam.

0 comment:
Posting Komentar