
HELLO! wazab broh!! balik lagi bareng gue yang cantik imoed maniz cool dan ker..
HENTIKAAAAAN!!!
ADA APA!! ADA APA INI SAUDARA-SAUDARA??
BERHENTI MEMFITNAH DIRI LO ATAU GUE LEMPAR ULEKAN CABE KE KEPALA LO!!
HYUFTHHHH....
baiqla. untuq qali ini admin mengalah, YAA.. demi membatalkan orang lain berbuat dosa.
"DOSA THE EXPLORER"
DORAAA!!!!
PLIS DEH, JANGAN BEGO-BEGO AMAT!!
OH udah ganti ya? HAHAHA !
BODOAMAT!
TO THE POINT BURUAN ATAUU....!!!
Weizzz heittt.
Tenang, tenang,
jadi, tujuan gue kali ini adalah kepengen berbaik hati nge-bagi bekas tugas gue tentang BANJIR!

WHAATT??
BANJIR? TUGAS APAAN LO? BAGI PENGALAMAN??!!

LEHBAY LO!
that's right, Sodara-sodara.
lo gak salah liat. GAK SALAH.
HAH? Sial LO!
Sumpah, ya. Percaya atau percaya banget, ini adalah tugas mata pelajaran agama gue!
A G A M A.
yeah!

AGAMA? SERIUS LO?

enggak! gue bohong total!
YA SERIUS LAAAAAH!
gue bagi ilmu dikit ya..
LO! Harus simak baik-baik.
ehm jadi.. gini.
tugas yang bakal gue bagi ini sebenernya adalah tugas dari guru agama gue.
dengerin dulu!!
ehm, jadi.. guru agama gue waktu itu memerintahkan gue
untuk..
CEPETAANN!!!
SABARR! Gue lanjut.
Untuk membuat tugas ini, cara-cara menanggulangi banjir
karena berkaitan dengan salah satu surat di al-qur'an.
SURAT APA? KASIH TAU GUE.
ngg...
nggg....
nggggggggg...
GUE LUPA! OKE! Kali ini gue lupa total!
next time gue posting apa itu surat nya dan kenapa gue harus buat tugas ini!
HEUGH. PAYAH LO!
SIAL LO!
========================================================================
CARA YANG BAIK UNTUK
MENANGGULANGI BANJIR
Apapun
musibah yang terjadi semua berasal dari Allah. Adapun sebab turunnya sangat
bervariasi dan tergantung bagaimana melihatnya. Bagi orang yang beriman tentu
semua musibah bukan semata-mata peristiwa alam, akan tetapi sebuah peringatan
agar kita semakin dekat dengan Allah SWT, dengan berusaha menjalankan
perintah-Nya dan menjauhi apa yg dilarang-Nya.

Sudah pasti bahwa musibah banjir
ini terjadi diakibatkan oleh perilaku manusia, yang mendzalimi dirinya dengan
perilaku maksiat sekaligua berlaku dzalim pada alam lingkungannya. Misalnya
dengan memperbanyak bengunan-bangunan mewah yang menghabiskan tanah yang
merupakan resapan air. Akibatnya ketika terjadi hujan tidak ada resapan air
lagi. Akhirnya air menjadi membludak dan banjir.
Sedangkan
cara penanggulangannya antara lain:
1.
Meningkatkan Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah
Berbagai
kemungkinan akan terjadi dan itu sudah diingatkan dalam Al-Qur’an dan Hadits,
dimana kalau umat manusia tidak beriman dan bertaqwa, maka ujungnya adalah
turun adzab Allah yang tidak diperkirakan sebelumnya. Maka kita semua harus
melakukan muhasabah, intropeksi diri supaya kembali kepada ajaran islam dan
melaksanakan syariat islam dalam semua bidang kehidupan kita. Para pemimpin
dalam segala levelnya harus memberikan contoh harus berlomba-lomba untuk
memberikan contoh dalam memberikan pelaksanaan syariat. Jangan memperbanyak
maksiat, karena maksiat hanya akan melahirkan adzab dan kemurkaaan dari Allah SWT.
2. Membuat Saluran
Air Yang Baik.
Dibutuhkan
adanya sistem irigasi sampai pembuangan akhir yang jelas. Jangan sampai akhir
saluran air yang ada berujung pada sebuah sungai mati atau tidak mengalir,
sehingga airnya akan meluber. Saluran air yang baik bisa saja berupa kali besar
yang bebas dari tumpukan sampah berfungsi menerima limpahan genangan air dari
areal perumahan yang over load karena hujan, saluran air ini nantinya akan
bermuara ke sungai besar di sekitar daerah tersebut Saluran air yang baik juga bisa berupa
Terowongan Saluran Air di Bawah Tanah, yang menjamin semua air hujan akan
disalurkan menuju laut. Sistem yang seperti ini telah lama diterapkan oleh Negara
berkembang seperti Jepang.
3. Buanglah Sampah pada Tempatnya
Dibutuhkan
kedisiplinan warga untuk membuang sampah di tempat sampah dan berakhir di
tempat pembuangan akhir sampah. Pengelolahan sampah di tempat pembuangan akhir
sampah juga sangat diperlukan, karena apabila sampah dibuang secara sembarangan
dan terkena hujan deras, maka sampah tersebut akan mengikuti aliran air sampai
sungai. Ini juga akan menjadi penyebab banjir. Pengolahan sampah yang tepat bisa membantu
mencegah banjir. Tentu saja harus ada pemilahan dan pengolahan yang tepat.
Misalnya, dibedakan antara sampah organik dan sampak anorganik. Sampah organik
seperti potongan sayuran, sisa makanan yang dapat dijadikan sebagai pupuk
kompos. Sampah anorganik yang dapat didaur ulang seperti sampah plastik,
kaleng, dan kertas.
4. Rajin Membersihkan Saluran Air
4. Rajin Membersihkan Saluran Air
Perbaikan dan
pembersihan saluran air tentu harus ada. Di wilayah tertentu bisa diadakan
secara gotong royong. Penjagaan ini harus dilakukan secara terus menerus dengan
waktu berkala. Bukan hanya sampah yang terbuang di saluran air, namun juga
sampah dari saluran air seperti tumbuhan-tumbuhan air yang telah mati, jika
berkumpul juga akan menghambat saluran air. Tanaman-tanaman di sekitar sungai
pun perlu ditanam sebanyak mungkin yang fungsinya untuk memperkuat bantaran
sungai sehingga mencegah terjadinya longsor di bantaran ke sungai.
5.
Mendirikan Bangunan/Konstruksi Pencegah Banjir
Bendungan, yang
memiliki bentuk seperti kolam air raksasa. Fungsinya untuk tempat menampung air
dengan ukuran yang sangat besar. Selain itu, bendungan dapat difungsikan untuk
pengairan, tempat pemancingan, atau tempat untuk pembangkit tenaga listrik.
Tanggul, yang
merupakan bangunan yang berbentuk tembok yang memagari pinggiran sungai.
Bangunan ini dibuat untuk mencegah air meluap ke daerah-daerah yang berada di
sekitar sungai. Kanal air, yang merupakan sungai buatan untuk mengalirkan air
sungai sehingga air sampai ke laut.
6.
Menanam Pohon atau Tanaman di Area Sekitar Rumah
Masalah nyata di
kota-kota besar adalah sedikitnya jumlah permukaan tanah yang memiliki
penyerapan air yang baik, untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat menyerap air
dengan baik. Salah satunya adalah dengan menanam pohon berbatang besar atau
tanaman yang memiliki daya serap air tinggi, seperti tanaman pacar air, pohon
mangga, pohon duku, pohon kenanga, dll di areal sekitar rumah anda. Tanaman
dapat menyerap air melalui akar, yang selanjutnya akan diangkut menuju batang
dan daun oleh jaringan xilem. Apabila masing-masing rumah di kampung anda
memiliki minimal satu pohon, maka dapat dipastikan kampung anda dapat terhindar
dari banjir.
7. Melestarikan Hutan
Kegiatan pembalakan di
mana perjalanan di daerah pinggir sungai digemari menyebabkan tanah terhakis
dan runtuh ke sungai. Keadaan yang sama juga terjadi bila aktivitas pembalakan
yang giat dilakukan di lereng-lereng bukit. Karena itu pemeliharaan hutan
merupakan cara yang baik untuk mengatasi masalah banjir, karena hutan dapat
dijadikan kawasan tadahan yang mampu menyerap air hujan dari mengalir terus ke
bumi. Dengan melakukan reboisasi
Hutan dapat berfungsi sebagai bunga karang (sponge) dengan menyerap air hujan dan mengalir dengan perlahan-lahan ke anak-anak sungai. Ia juga bertindak sebagai filter dalam menentukan kebersihan dan kejernihan air. Hutan mampu menyerap air hujan pada harga 20%. Kemudian air hujan ini dibebaskan kembali ke atmosfir dalam sejatan kondensasi. Hanya dengan ini saja pengurangan air hujan dapat dilakukan.
Hutan dapat berfungsi sebagai bunga karang (sponge) dengan menyerap air hujan dan mengalir dengan perlahan-lahan ke anak-anak sungai. Ia juga bertindak sebagai filter dalam menentukan kebersihan dan kejernihan air. Hutan mampu menyerap air hujan pada harga 20%. Kemudian air hujan ini dibebaskan kembali ke atmosfir dalam sejatan kondensasi. Hanya dengan ini saja pengurangan air hujan dapat dilakukan.
8. Membuat Lubang Biopori
Lubang resapan biopori
adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan
cara meningkatkan daya resapan air, mengubah sampah organik menjadi kompos dan
mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), memanfaatkan peran aktivitas
fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh
genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.
Cara membuatnya cukup
mudah, kita cukup membuat lubang di tanah dengan menggunakan bor tanah.
Diameternya cukup 10 cm dengan panjang kira-kira sebesar 100 cm. Semakin banyak
lubang biopori di halaman rumah, kita semakin aman dari bahaya banjir.
9. Membuat Sumur Serapan
Sumur resapan adalah
sarana untuk penampungan air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah. Sumur
serapan berfungsi untuk membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah dan
kembali ke siklus air yang semestinya sehingga tidak menggenang di permukaan
dan menyebabkan banjir. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir
atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah.
10. Proyek Pendalaman Sungai
Kebanyakan kejadian
banjir berlaku karena kecetekan sungai. Jika sebelumnya sungai mampu
mengalirkan sejumlah air yang banyak dalam sesuatu masa, kini pengaliran telah
berkurang. Ini disebabkan proses pemendapan dan pembuangan bahan-bahan buangan.
Langkah untuk
menangani masalah ini adalah dengan menjalankan proses pendalaman sungai dengan
mengorek semua lumpur dan kekotoran yang terdapat di sungai. Bila proses ini
dilakukan, sungai bukan saja menjadi dalam tetapi mampu mengalirkan jumlah air
hujan dengan banyak.
11. Penggunaan Paving Stone untuk
Jalan
Pembangunan jalan
setapak dengan sistem paving block dapat membuat jalan lebih mudah menyerap air
dibandingkan dgn penggunaan aspal, sehingga apabila hujan turun air banjir
dapat terserap ke dalam tanah dengan cepat.
Di Negara berkembang
seperti Amerika serikat telah diluncurkan jalan yang menggunakan photocatalytic
cement, sebuah cara paving permukaan terbaru. Jalan inmengandung partikel nano
dari titanium dioksida. Dengan partikel ini, jalan tersebut mampu
"memakan" asap dan menghapus gasnitrogen oksida dari udara. Selain
itu, lebih dari 60 persen sisa kontruksi bisa didaur ulang.
Banjir yang terjadi
sesungguhnya disebabkan oleh kesalahan-kesalahan manusia yang tidak
memperhatikan aturan-aturan Allah. Disinilah fungsi akal kita, untuk mengenal
dan memahami bagaimana aturan Allah itu bekerja. Orang Jepang bisa membangun
gedung yang tahan gempa karena menggunakan akal mereka, perahu bisa berlayar
karena manusia menggunakan akalnya. Semua itu mengikuti aturan Allah, ketika
aturan itu kita langgar, bisa dipastikan akan terjadi suatu masalah, termasuk
banjir. Takdir ini adalah bahwa Allah mengajarkan manusia untuk selalu berusaha
mendapatkan yang terbaik untuk dirinya. Kita tidak pernah bisa mendahului
takdir. Kita berjalan bersamanya. Apa pun kondisi kita saat ini, kita masih
bisa memperbaiki & mengusahakannya. Tidak ada yang final sebelum mati.
ps: buat lo yang kebetulan dapet tugas ini, lo boleh copy-paste semau jidat lo. (kalo jidat lo mau)
kalo ga mau, ya gausah.
hahaha.






0 comment:
Posting Komentar