Januari 31, 2014

0

Pergi.

Aku tak bisa lebih mati lagi
Saat mendengar langkah kakimu yang meninggalkan
Tak bisa lebih sakit lagi
Demi melihat punggungmu mengecil di pelupuk mataku yang hujan

Jadi aku menunggu
Menghabiskan waktu dengan menghitung hari kepergianmu
Sambil sesekali menduga-duga
Akankah kau kembali hari ini atau lusa?

Segelas kopi dan secarik kertas usang sudah cukup
Tapi aku masih butuh pena
Diriku cukup
Tapi aku butuh kau untuk sempurna

Maka hati yang timpang ini, tuan, menuliskan sebuah pesan
Pada secarik kertas dan tinta yang berantakan
Jika rindu mengetuk pintu tuan, tolong katakan
Jangan temui aku lagi untuk meminta pelukan
Jika kenang menerobos masuk lewat jendela, tolong sampaikan
Jangan temui aku lagi untuk meminta genggaman

Sebab aku telah mengencangkan tali sepatu
Berdiri tegak membelakangimu
Bersiap pergi
Dan tak berniat untuk kembali.
Tangerang, 31 Januari 2012

Nb: tulisan ini saya buat sejak dua tahun lalu, tepat saya muali merinkih merangkak maju.
dan saya publikasikan, ditujukan untuk kamu, hati yang ingatannya masih terpasung masa lalu.
Bebaskanlah. ayo melangkah lagi. kita sama-sama pergi, jatuh cinta lagi, dan berbahagia kembali.

0 comment:

Posting Komentar